PEMIMPIN_PENULIS BUKU BEST SELLER DAN IDEOLOGIS_PENGUSAHA SUKSES

Jumat, 03 Juli 2015

Makna Ilmu dalam ungkapan Syair



Dalam syair Imam Burhanuddin dalam kitab ta'lim muta'alim, menyatakan bahwa :

“Dalam kebodohan itu ada kematian sebelum orang-orang bodoh itu mati,
Jasad mereka sudah dikubur sebelum mereka dikubur.
Orang yang hidup tanpa ilmu bagaikan orang yang mati, pada hari kebangkitan nanti ia tidak akan bangkit.
Orang yang berilmu itu hidup kekal setelah mati meski tubuhnya telah hancur dalam perut bumi
Orang bodoh itu sudah mati meski ia berjalan diatas bumi. Ia dianggap hidup padahal ia sudah mati.
Ilmu itu berada pada derajat yang tinggi, sedangkan selain ilmu akan tinggi bila banyak pengikutnya.
Orang yang berilmu kemuliannya akan abadi dan berlipat-lipat, sedangkan orang bodoh begitu ia mati akan tertimbun debu
Sungguh sangat jauh mendaki  ke puncak ilmu, ia tidak akan berhasil bila maksudnya mencari kekuasaan atau hanya ingin menjadi pasukan berkuda.
Aku akan menyampaikan padamu sedikit ulasan mengenai ilmu, maka camkanlah.
Ilmu adalah cahaya dari segala yang menuntun seseorang dari kebutaan, sedang orang yang bodoh sepanjang masa berjalan dalam kegelapan
Ilmu adalah punca tertinggi yang akan melindungi siapapun yang berlindung, dan ia akan selamat dalam segala marabahaya
Dengan ilmu manusia bisa selamat saat mereka terlena dan memberikan harapan saat ajal akan tiba
Ilmu akan menolong manusia ketika melangkah dalam kebutaan menuju jurang neraka yang menjadi tempat terburuk
Siapapun yang berharap pada ilmu maka berarti berharap segala kemuliaan. Dan siapapun yang mendapatkan ilmu berarti mendapatkan segala yang didambakannya
Wahai orang yang berakal,  ilmu adalah derajat yang termulia.
Apabila  kamu telah meraihnya maka lupakan derajatlain yang terlepas
Apabila kamu tidak dapat meraih dunia dan kelezatannya maka pejamkanlah matamu, karena sesungguhnya ilmu adalah anugerah yang paling berharga”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar