Dalam
syair Imam Burhanuddin dalam kitab ta'lim muta'alim, menyatakan bahwa :
“Dalam
kebodohan itu ada kematian sebelum orang-orang bodoh itu mati,
Jasad
mereka sudah dikubur sebelum mereka dikubur.
Orang
yang hidup tanpa ilmu bagaikan orang yang mati, pada hari kebangkitan nanti ia
tidak akan bangkit.
Orang
yang berilmu itu hidup kekal setelah mati meski tubuhnya telah hancur dalam
perut bumi
Orang
bodoh itu sudah mati meski ia berjalan diatas bumi. Ia dianggap hidup padahal
ia sudah mati.
Ilmu
itu berada pada derajat yang tinggi, sedangkan selain ilmu akan tinggi bila
banyak pengikutnya.
Orang
yang berilmu kemuliannya akan abadi dan berlipat-lipat, sedangkan orang bodoh
begitu ia mati akan tertimbun debu
Sungguh
sangat jauh mendaki ke puncak ilmu, ia
tidak akan berhasil bila maksudnya mencari kekuasaan atau hanya ingin menjadi
pasukan berkuda.
Aku
akan menyampaikan padamu sedikit ulasan mengenai ilmu, maka camkanlah.
Ilmu
adalah cahaya dari segala yang menuntun seseorang dari kebutaan, sedang orang
yang bodoh sepanjang masa berjalan dalam kegelapan
Ilmu
adalah punca tertinggi yang akan melindungi siapapun yang berlindung, dan ia
akan selamat dalam segala marabahaya
Dengan
ilmu manusia bisa selamat saat mereka terlena dan memberikan harapan saat ajal
akan tiba
Ilmu
akan menolong manusia ketika melangkah dalam kebutaan menuju jurang neraka yang
menjadi tempat terburuk
Siapapun
yang berharap pada ilmu maka berarti berharap segala kemuliaan. Dan siapapun
yang mendapatkan ilmu berarti mendapatkan segala yang didambakannya
Wahai
orang yang berakal, ilmu adalah derajat
yang termulia.
Apabila
kamu telah meraihnya maka lupakan
derajatlain yang terlepas
Apabila
kamu tidak dapat meraih dunia dan kelezatannya maka pejamkanlah matamu, karena
sesungguhnya ilmu adalah anugerah yang paling berharga”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar