Assalamu'alaikum wr.wb.
ini ana mau bagi-bagi artikel tentang jomblo, tapi ini ana copas dri salah satu artikel di blog. moga manfaat yaa...
Semakin hari semakin banyak opini yang memojokkan para jomblo yang muncul dimasyarakat dan diera digital sekarang ini Jomblo berubah menjadi sebuah kata bernada sindiran. Beragam meme pun muncul dimedia sosial menggambarkan betapa seseorang dengan predikat status jomblonya adalah sebuah penderitaan. Maka tak heran Jomblo adalah salah satu kosa kata yang sangat ditakuti oleh banyak orang, terutama anak muda. Jomblo identikan dengan suatu pertanda tidak lakunya seseorang untuk mendapatkan teman kencan, lalu sebenarnya apa makna dari kata jomblo?
Jomblo adalah bahasa percakapan yang dimuncul dimasyarakat yang artinya tidak memiliki pasangan, bahkan dalam perkembangannya jomblo dimaknai sebagai sebuah status seseorang seperti halnya menikah, janda maupun duda dan seringnya jomblo diasosiasikan sebagai lawan dari status berpacaran, artinya jika seseorang tidak memiliki pacar maka ia disebut jomblo.
Sedangkan kata pacaran, didefinisikan sebagai proses perkenalan antara dua orang yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Namun pada kenyataannya penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya, karena seringkali orang yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah membiasakan tradisi yang semestinya tidak dilakukan.
Lalu bagaimana dalam pandangan Islam, Berikut tim Islami Masa Kini akan memaparkannya untuk Anda.
Islam tidak mengenal status jomblo maupun pacaran, karena dalam Islam seorang muslim tidak membutuhkan pacara tapi membutuhkan pendamping hidup dan jika dilihat dari hukum Islam pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang adalah Haram, karena pacaran itu membaca kepada perzinahan.
Kegiatan berpacaran menimbulkan banyak hal yang dilarang dalam Islam, mulai dari saling memandang, berpegangan tangan, memeluk, mencumbu bahkan melakukan hal yang lebih daripada itu, padahal jelas hal tersebut merupakan zina yang termasuk dosa besar dan dibenci Allah SWT dan Allah sangat melarang seseorang mendekati zina, seperti dalam firmannya yang artinya:
"janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji" (QS. Al Isro Ayat 32)
Dalam Islam pun tidak diperbolehkan dua orang yang bukan muhrim untuk berdua-duaan, sedangkan didalam berpacaran berdua-duaan adalah hal yang justru diinginkan, seperti dalam hadits yang berbunyi:
"janganlah seorang laki-laki dan seorang peremupuan yang bukan muhrimnya berduaan sebab setan yang menemaninya". (HR. Bukhari)
Single atau jomblo juga tidak selamanya menyedihkan, bahkan dengan menjomblo kita meningkatkan kualitas hidup kita dan nyatanya hidup menjomblo pun mampu membawa kesehatan, diantaranya: Ketika seseorang berpacaran pasti ada saja masalah yang menghampiri dan akhirnya masalah tersebut berujung menjadi pertengkaran, tanpa disadari pertengkaran tersebut dapat membuat seseorang menjadi stress. Maka stress inilah yang dapat memicu berbagai macam penyakit muncul didalam tubuh. Keuntungan lainnya ketika sedang jomblo kita memiliki banyak waktu untuk berintrospeksi diri dan memahami diri sendiri, dan tentu saja hal ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas diri. Disaat kita menjomblo kita juga akan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk merawat diri dan kesehatan diri. Manfaat lainnya ketika menjomblo kita dapat melakukan banyak hal yang mengasyikkan seperti berkumpul dengan teman-teman dan tak ada seorang pun yang mengatur hidup kita. Sedangkan mereka yang berpacaran, kehidupan sosialnya biasanya akan terganggu hal ini dikarenakan ia harus mengutamakan pasangannya terlebih dahulu, padahal selain pasangan kita juga masih membutuhkan bersosialisasi dengan orang lain, baik teman maupun keluarga.Mereka yang berpacaran juga akan lebih dipusingkan dengan berbagai hal yang berhungungan dengan masalah dalam berpacaran.Itulah manfaat jomblo untuk kesehatan, meskipun jomblo memberi manfaat bagi kesehatan kita jangan sampai hal tersebut membuat kita betah untuk menjomblo hingga enggan untuk menikah, karena beberapa penelitian lainnya menunjukkan bahwa menikah lebih banyak memiliki keutamaan dan manfaat bagi kita, dan dalam Islam menikah dapat dijadian sebagai benteng atau pelindung bagi kaum muslimin dari zina.
Selain itu fitrah manusia memang harus menikah, kita pun harus pintar menentuka pasangan, waktu serta saat yang tepat untuk menikah. Caranya pun harus tepat, sesuai dengan syariat Islam yakni dengan melakukan ta'aruf kemudian dilanjutkan dengan menikah, bahkan Rasululla Shalallahu 'alaihi wasalam melarang kaum muslimin untuk membujang atau tidak menikah dalam hidupnya. Orang-orang yang sengaja tidak mau menikah atau benci sunnah menikah maka ia bukan umat Nabi Muhammad SAW.
Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
اَلنِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوْا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ.
"Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat)". (HR. Ibnu Majah)
Sumber:
Berita Islami Masa Kini, Transtv
http://almanhaj.or.id
http://rohis-facebook.blogspot.com/2015/03/jomblo-dalam-islam-bagian-pertama.html
http://rohis-facebook.blogspot.com/2015/03/jomblo-dalam-islam-bagian-kedua.html
Wassalamu'alaikum wr.wb.
ini ana mau bagi-bagi artikel tentang jomblo, tapi ini ana copas dri salah satu artikel di blog. moga manfaat yaa...
Semakin hari semakin banyak opini yang memojokkan para jomblo yang muncul dimasyarakat dan diera digital sekarang ini Jomblo berubah menjadi sebuah kata bernada sindiran. Beragam meme pun muncul dimedia sosial menggambarkan betapa seseorang dengan predikat status jomblonya adalah sebuah penderitaan. Maka tak heran Jomblo adalah salah satu kosa kata yang sangat ditakuti oleh banyak orang, terutama anak muda. Jomblo identikan dengan suatu pertanda tidak lakunya seseorang untuk mendapatkan teman kencan, lalu sebenarnya apa makna dari kata jomblo?
Jomblo adalah bahasa percakapan yang dimuncul dimasyarakat yang artinya tidak memiliki pasangan, bahkan dalam perkembangannya jomblo dimaknai sebagai sebuah status seseorang seperti halnya menikah, janda maupun duda dan seringnya jomblo diasosiasikan sebagai lawan dari status berpacaran, artinya jika seseorang tidak memiliki pacar maka ia disebut jomblo.
Sedangkan kata pacaran, didefinisikan sebagai proses perkenalan antara dua orang yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Namun pada kenyataannya penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya, karena seringkali orang yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah membiasakan tradisi yang semestinya tidak dilakukan.
Lalu bagaimana dalam pandangan Islam, Berikut tim Islami Masa Kini akan memaparkannya untuk Anda.
Islam tidak mengenal status jomblo maupun pacaran, karena dalam Islam seorang muslim tidak membutuhkan pacara tapi membutuhkan pendamping hidup dan jika dilihat dari hukum Islam pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang adalah Haram, karena pacaran itu membaca kepada perzinahan.
Kegiatan berpacaran menimbulkan banyak hal yang dilarang dalam Islam, mulai dari saling memandang, berpegangan tangan, memeluk, mencumbu bahkan melakukan hal yang lebih daripada itu, padahal jelas hal tersebut merupakan zina yang termasuk dosa besar dan dibenci Allah SWT dan Allah sangat melarang seseorang mendekati zina, seperti dalam firmannya yang artinya:
"janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji" (QS. Al Isro Ayat 32)
Dalam Islam pun tidak diperbolehkan dua orang yang bukan muhrim untuk berdua-duaan, sedangkan didalam berpacaran berdua-duaan adalah hal yang justru diinginkan, seperti dalam hadits yang berbunyi:
"janganlah seorang laki-laki dan seorang peremupuan yang bukan muhrimnya berduaan sebab setan yang menemaninya". (HR. Bukhari)
Single atau jomblo juga tidak selamanya menyedihkan, bahkan dengan menjomblo kita meningkatkan kualitas hidup kita dan nyatanya hidup menjomblo pun mampu membawa kesehatan, diantaranya: Ketika seseorang berpacaran pasti ada saja masalah yang menghampiri dan akhirnya masalah tersebut berujung menjadi pertengkaran, tanpa disadari pertengkaran tersebut dapat membuat seseorang menjadi stress. Maka stress inilah yang dapat memicu berbagai macam penyakit muncul didalam tubuh. Keuntungan lainnya ketika sedang jomblo kita memiliki banyak waktu untuk berintrospeksi diri dan memahami diri sendiri, dan tentu saja hal ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas diri. Disaat kita menjomblo kita juga akan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk merawat diri dan kesehatan diri. Manfaat lainnya ketika menjomblo kita dapat melakukan banyak hal yang mengasyikkan seperti berkumpul dengan teman-teman dan tak ada seorang pun yang mengatur hidup kita. Sedangkan mereka yang berpacaran, kehidupan sosialnya biasanya akan terganggu hal ini dikarenakan ia harus mengutamakan pasangannya terlebih dahulu, padahal selain pasangan kita juga masih membutuhkan bersosialisasi dengan orang lain, baik teman maupun keluarga.Mereka yang berpacaran juga akan lebih dipusingkan dengan berbagai hal yang berhungungan dengan masalah dalam berpacaran.Itulah manfaat jomblo untuk kesehatan, meskipun jomblo memberi manfaat bagi kesehatan kita jangan sampai hal tersebut membuat kita betah untuk menjomblo hingga enggan untuk menikah, karena beberapa penelitian lainnya menunjukkan bahwa menikah lebih banyak memiliki keutamaan dan manfaat bagi kita, dan dalam Islam menikah dapat dijadian sebagai benteng atau pelindung bagi kaum muslimin dari zina.
Selain itu fitrah manusia memang harus menikah, kita pun harus pintar menentuka pasangan, waktu serta saat yang tepat untuk menikah. Caranya pun harus tepat, sesuai dengan syariat Islam yakni dengan melakukan ta'aruf kemudian dilanjutkan dengan menikah, bahkan Rasululla Shalallahu 'alaihi wasalam melarang kaum muslimin untuk membujang atau tidak menikah dalam hidupnya. Orang-orang yang sengaja tidak mau menikah atau benci sunnah menikah maka ia bukan umat Nabi Muhammad SAW.
Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
اَلنِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوْا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ.
"Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat)". (HR. Ibnu Majah)
Sumber:
Berita Islami Masa Kini, Transtv
http://almanhaj.or.id
http://rohis-facebook.blogspot.com/2015/03/jomblo-dalam-islam-bagian-pertama.html
http://rohis-facebook.blogspot.com/2015/03/jomblo-dalam-islam-bagian-kedua.html
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar